Monday, January 25, 2021

MENGUASAI BAHASA ASING INGGRIS, JEPANG, MANDARIN DLL DENGAN METODE IBUTA

 


Apakah kita pernah perhatikan anak balita sudah bisa bahasa Indonesia atau bahasa ibu. Apakah kita sebagai orang tua mengajari anaknya saat masih bayi atau baru brojol belajar bahasa Indonesia atau bahasa ibu beserta grammarnya?

Nah dipembahasan kali ini saya akan mengangkat tema "Belajar Bahasa Asing Dengan Metode IBUTA "Ibu dan Balita" Yaitu dengan cara Listen and Practice. 

1. Saat sang anak terlahir kedunia

Saat anak terlahir kedua seorang Ibu atau ayah pasti mengatakan "Ini Ayahmu nak, ini ibu mu nak". Walaupun saat itu sang anak belum bisa melihat tapi anak sudah bisa mendengar. 

Kemudian saat si Anak Nangis minta Susu, Pasti sang Ibu mengatakan "Kamu haus ya nak, kamu ingin minum susu ya nak, ini nak minum yang banyak biar cepat besar". Walaupun si anak belum mengerti tapi kata tersebut terus diulang-ulang dan diperagakan.  

Perhatikan kata-kata objek dan action verbnya kalau kita geser dalam pelajaran bahasa asing, itu masih dalam katagori materi dasar. Kalian bisa cari materi dasar dalam bahasa asing yang kalian pelajari, kalian cukup dengarkan di audionya atau lihat di youtube, dan ulangi terus sampai kalian hafal dengan sendirinya.

2. Saat Sang Anak Sudah Bisa Menyebutkan Kata. 

Pada situasi tersebut, tentu si anak hanya mampu berkata apa yang ia dengarkan saat masih usia 1 bulan sampai dia udah bisa menyebutkan 1 kalimat. "Mama, Susu. Mama Emam". Ketika sang anak sudah bisa menyebutkan kata, orang tua pun akan menambah pembendaharaan katanya, Seperti "Sudah, makan dan minum susu, habis ini kita jalan-jalan ya nak. 

Perhatika kalimat tersebut, orang tua sudah menambahkan kalimat yang kompleks, walopun orang tua mengatakannya panjang, tapi si anak sudah bisa menangkap intinya yaiti "Jalan-Jalan". 

3. Saat Sang Anak Berusia 2 tahun ke atas

Dalam Kondisi ini, anak sudah mulai menyusun kata-kata walaupun terbatas seperti apa yang dia dengarkan dan praktekan. Dan ada kondisi dimana saat anak berkata panjang, tiba-tiba ada miss kata kerja, pasti si anak dia sejenak dan mencoba menghubungkan kosakata atau katakerja yang sesuai dengan apa yang dia inginkan. Nah, tentu saat itu orang tua sudah bisa nangkap apa maksudnya dan mencoba membenarkan kalimat yang salah tadi dengan cara mengulang kalimat si anak dengan kalimat yang baik dan benar. Dan tentu si anak untuk kedepannya anak mengikuti kalimat yang sudah diperbaiki oleh sang ibu tersebut. 

___________________

Ok, disini lah kesimpulannya

Metode IBUTA ini kita tidak perlu mencatat, kita hanya perlu mendengar, mengulang dan memperaktekan, tentu untuk memperaktekan kita perlu adanya teman. Ok, disitulah fungsi Komunitas, kita bisa saling memperaktekan apa yang kita dengarkan. Kalau tidak punya komunitas, kita bisa memanfaatkan media cermin atau alat perekam, seolah olah alat perekam itu bertanya kepada kita, yang sudah kita siapkan sebelummya dengan suara kita sendiri.  

INGAT, saat kalian memperaktekan cara ini, kalian tidak boleh loncat loncat level, kalian harus mengikuti alur dasar, menengah, hingga mahir, seperti halnya bayi. 

JANGAN PUTUS ASA, BOSAN DAN TAKUT SALAH, Cukup ikuti saja aturan mainnya. 

Adapun Media yang bisa kalian gunakan adalah. 

1. Youtube, Dengan kunci "Belajar bahasa.... dasar. 

2. Buku Yang ada audio visualnya. 

Selamat Mencoba.....