Tuesday, April 20, 2021

MATERI BAHASA INGGRIS || NARATIVE TEXT

Definition of Narrative Text

Teks naratif adalah suatu bentuk teks yang lisan atau tertulis yang menceritakan sebuah cerita dari satu karakter atau lebih yang mengahadapi situasi tertentu yang dibuat dengan tujuan untuk menghibur para pembaca.

Jenis teks naratif seperti, legend, fable, fairy tale, folktale, short story, real-life drama, classic, fantasy, adventure, science, fiction, myth dan mistery.


Example of Narrative Text

SANGKURIANG

Once upon a time in West Java, Indonesia, lived a princess named Dayang Sumbi. She was beautiful and kind-hearted. Her hobby was weaving cloth. But sometimes she could be very lazy. One day her weaving tool fell but she was too lazy to get it herself. She shouted out, "Can anybody help me get my tool? If you are a female, I will take you as my sister. If you are a male, I will marry you!"

A male creature came, but it was a dog. His name was Tumang. He happily brought her the tool. Dayang Sumbi was very surprised but she had to keep her promise. She married the dog. Tumang was actually a man who had been cursed by a witch to become a dog. But at certain times Tumang could turn back to be a normal man. Their only son, Sangkuriang, was soon born, and he grew up to be a handsome and healthy boy. He always played with his very loyal dog, Tumang. He did not know that he was actually his father, because Dayang Sumbi hid the secret from him. Sangkuriang liked to hunt in the woods, of course with Tumang.

One day Dayang Sumbi asked him to bring home a deer's heart. But, after hunting for several days, he could not find any deer in the woods. He didn't want to disappoint his mother and was thinking hard about how to bring home a deer's heart. Suddenly he had a very bad idea. He killed Tumang. Then he brought his heart home and gave it to Dayang Sumbi.

Sangkuriang could not cheat her. She knew it was Tumang's heart. So, she got very angry and hit Sangkuriang's forehead with a piece of wood and told him to leave. With a bad wound on his forehead, Sangkuriang left the village.

Many years later, Sangkuriang grew up to be a powerful handsome man. One day, he went back to his village. He met a beautiful young woman there, and he fell in love with her at first sight. It was Dayang Sumbi. She never got older because she had been granted eternal youth by the gods.

Sangkuring did not know that she was his mother, so she came to her and proposed to marry her. When he walked closer to her, Dayang Sumbi got very surprised. She saw the scar on Sangkuriang's forehead, and soon she knew that he was her son, who left her a long time ago. She told him the truth and tried hard to explain it to him, but he did not believe in her. She did not want to break his heart, so she accepted his proposal but gave him an impossible thing to do. She wanted him to build a lake and a boat in just one night!

Sangkuriang agreed, because he knew that he could make it with the help of his genies. By midnight, he finished the lake and then started making the boat. Dayang Sumbi was thinking hard to find a way to fail him.

Before dawn, she asked the people in the village to burn the woods in the East, and the light made all the cocks crow. Thinking that the night would be over soon, the genies ran fast and left Sangkuriang before the boat was finished. Sangkuriang realized that Dayang Sumbi had cheated him. He got very angry and he kicked the boat upside down. It gradually became a mountain and it is now known as Mt. Tangkuban Perahu.

 

Purpose of Narrative Text

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa tujuan utama dari teks naratif adalah untuk menghibur pembaca or entertain the readers. Bagi sebagian kalangan, terutama peserta didik teks naratif dapat berfungsi untuk menghibur dan sekaligus menumbuhkan penghargaan terhadap nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat di lingkungannya, seperti kepahlawanan, kesetiaan, kepatuhan dan hormat kepada orangtua, keterbukaan, kebenaran dan sebagainya.

Generic Structure

Struktur teks naratif umumnya sebagai berikut:

  1. Orientation, memperkenalkan tokoh, tempat, waktu terjadinya cerita.
  2. Evaluation, memberikan penilaian tentang situasi dan kondisi terjadinya cerita.
  3. Complication, memaparkan krisis yang terjadi terhadap tokoh utama.
  4. Resolution, krisis berakhir dengan baik atau dengan tidak baik bagi tokoh yang juga merupakan akhir cerita.
  5. Reorientation, memberikan alasan atau komentar umum, opsional.

Language Features

Unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks naratif,

  1. Tata bahasa: simple past dan past continuous tense.
  2. Kalimat langsung dan tidak langsung.
  3. Kosakata: benda atau tindakan yang terkait dengan kehidupan tokoh cerita.
  4. Adverbia penghubung waktu: first, then, after, that, before, at last, finally dan sebagainya.
  5. Adverbia dan frase preposisional penunjuk waktu: a long time ago, one day, in the morning, the next day, immediately dan sebagainya.
  6. Penggunaan nominal singular dan plural secara tepat, dengan atau tanpa a, the, this, those, my their dan sebagainya.
  7. Ucapan, tekanan kata, intonasi.
  8. Ejaan dan tanda baca

Types of Narrative Text

Jenis-jenis Narrative text dapat berupa legend (legenda), folktale, myth, fable, fairy tale, dan lain-lain. Kebanyakan film-film non fiksi yang menghiasi layar kaca maupun televisi kita, awalnya berasal dari kisah-kisah teks narasi yang diangkat kedalam film layar lebar. Misalnya Cinderella, Twilight, Misteri Gunung merapi, Wiro Sableng dan banyak film terkenal lainnya.

Monday, January 25, 2021

MENGUASAI BAHASA ASING INGGRIS, JEPANG, MANDARIN DLL DENGAN METODE IBUTA

 


Apakah kita pernah perhatikan anak balita sudah bisa bahasa Indonesia atau bahasa ibu. Apakah kita sebagai orang tua mengajari anaknya saat masih bayi atau baru brojol belajar bahasa Indonesia atau bahasa ibu beserta grammarnya?

Nah dipembahasan kali ini saya akan mengangkat tema "Belajar Bahasa Asing Dengan Metode IBUTA "Ibu dan Balita" Yaitu dengan cara Listen and Practice. 

1. Saat sang anak terlahir kedunia

Saat anak terlahir kedua seorang Ibu atau ayah pasti mengatakan "Ini Ayahmu nak, ini ibu mu nak". Walaupun saat itu sang anak belum bisa melihat tapi anak sudah bisa mendengar. 

Kemudian saat si Anak Nangis minta Susu, Pasti sang Ibu mengatakan "Kamu haus ya nak, kamu ingin minum susu ya nak, ini nak minum yang banyak biar cepat besar". Walaupun si anak belum mengerti tapi kata tersebut terus diulang-ulang dan diperagakan.  

Perhatikan kata-kata objek dan action verbnya kalau kita geser dalam pelajaran bahasa asing, itu masih dalam katagori materi dasar. Kalian bisa cari materi dasar dalam bahasa asing yang kalian pelajari, kalian cukup dengarkan di audionya atau lihat di youtube, dan ulangi terus sampai kalian hafal dengan sendirinya.

2. Saat Sang Anak Sudah Bisa Menyebutkan Kata. 

Pada situasi tersebut, tentu si anak hanya mampu berkata apa yang ia dengarkan saat masih usia 1 bulan sampai dia udah bisa menyebutkan 1 kalimat. "Mama, Susu. Mama Emam". Ketika sang anak sudah bisa menyebutkan kata, orang tua pun akan menambah pembendaharaan katanya, Seperti "Sudah, makan dan minum susu, habis ini kita jalan-jalan ya nak. 

Perhatika kalimat tersebut, orang tua sudah menambahkan kalimat yang kompleks, walopun orang tua mengatakannya panjang, tapi si anak sudah bisa menangkap intinya yaiti "Jalan-Jalan". 

3. Saat Sang Anak Berusia 2 tahun ke atas

Dalam Kondisi ini, anak sudah mulai menyusun kata-kata walaupun terbatas seperti apa yang dia dengarkan dan praktekan. Dan ada kondisi dimana saat anak berkata panjang, tiba-tiba ada miss kata kerja, pasti si anak dia sejenak dan mencoba menghubungkan kosakata atau katakerja yang sesuai dengan apa yang dia inginkan. Nah, tentu saat itu orang tua sudah bisa nangkap apa maksudnya dan mencoba membenarkan kalimat yang salah tadi dengan cara mengulang kalimat si anak dengan kalimat yang baik dan benar. Dan tentu si anak untuk kedepannya anak mengikuti kalimat yang sudah diperbaiki oleh sang ibu tersebut. 

___________________

Ok, disini lah kesimpulannya

Metode IBUTA ini kita tidak perlu mencatat, kita hanya perlu mendengar, mengulang dan memperaktekan, tentu untuk memperaktekan kita perlu adanya teman. Ok, disitulah fungsi Komunitas, kita bisa saling memperaktekan apa yang kita dengarkan. Kalau tidak punya komunitas, kita bisa memanfaatkan media cermin atau alat perekam, seolah olah alat perekam itu bertanya kepada kita, yang sudah kita siapkan sebelummya dengan suara kita sendiri.  

INGAT, saat kalian memperaktekan cara ini, kalian tidak boleh loncat loncat level, kalian harus mengikuti alur dasar, menengah, hingga mahir, seperti halnya bayi. 

JANGAN PUTUS ASA, BOSAN DAN TAKUT SALAH, Cukup ikuti saja aturan mainnya. 

Adapun Media yang bisa kalian gunakan adalah. 

1. Youtube, Dengan kunci "Belajar bahasa.... dasar. 

2. Buku Yang ada audio visualnya. 

Selamat Mencoba.....