Tuesday, October 27, 2020

BISNIS IKAN CUPANG DI MASA PANDEMI


Tak bisa kita pungkiri lagi dimasa pandemi Covid 19 para pelaku usaha harus memutar otak agar bisnis yang dijalaninya tidak mati suri, banyak sekali pelaku bisnis yang memutuskan gulung tikar dikarenakan berkurangnya pemasukan dari bisnis yang dijalaninya, terlebih mereka harus menggaji karyawannya. Oleh karena itu kita harus up to date untuk membuka bisnis baru yang lagi IN dimasa pandemi ini. 

Sudah kita ketahui banyak bisnis atau usaha yang tiba-tiba naik daun diantaranya bisnis di dunia Sepeda dan perikanan. Namun dikesempatan kali ini saya akan membahas bisnis ikan dimasa pandemi. 

Cupang, ya siapa sih yang gak tahu ikan yang satu ini, Ikan cupang sudah lama kita dengar dari kita SD yang terkenal cupang aduan sampai sekarang menjadi cupang hias. Nah, cupang ini banyak sekali jenisnya mungkin pembaca yang membaca blog saya ini lebih paham dari saya. 

Harga cupang yang beredar dipasaran pun relatif ada yang murah sampai ada yang mahal. Nah, bagi teman-teman yang ingin mulai berbisnis Ikan Cupang mungkin bisa mengikuti apa yang saya tulis ini. Karena apa yang saya tulis disini berdasarkan hasil survey saya berkunjung kebeberapa teman saya yang bisnis cupang. 

Kita bisa mulai dari membeli ikan cupang berkualitas super sepasang, setelah itu kita kawinkan, dan jika berhasil sampai menjadi burayak ikan cupang kita bisa rawat sampai minimal 3 bulan, tapi terkadang ada beberapa orang yang lebih suka membeli dari 1 sd 2 bulan dengan alasan harga cupang masih dibilang murah apalagi belinya secara partai atau beli banyakkan. 

Tapi, jika kalian berpikir itu kelamaan, kalian bisa beli langsung udah jadi dan siap jual kembali. Saran saya jika kalian ingin beli ikan cupang yang udah siap dijual kembali beli lah kepetaninya atau breadernya langasung karna kita bisa beli partaian dengan harga murah perekornya, atau kita bisa beli di Pasar Ikan Hias seperti Pasar Ikan Hias Parung Bogor atau Jatinegara Jakarta, disana banyak sekali dijual jenis ikan cupang asal kita bisa pinter-pinter menawarnya. 

Setelah kalian mendapatkan ikannya dan siap dijual. Juallah sesuai dengan harga pasaran ikan tersebut, contohnya kalau kita jual ikan jenis Blue Rim yang kita ketahui 1 ekor blue rim untuk kualitas biasa bisa mencapai 300rb dan yang supernya bisa jutaan rupiah, nah kita harus jual kisaran harga tersebut, jangan sampai kita menjual Blue Rim dengan harga dibawah ratusan ribu, itu sama aja merusak harga pasar, kesihan penjual yang lain, kita harus saling menghargai sesama penjual, kita boleh bersaing harga tapi secara wajar.  

Kemudian setelah kita mendapatkan jenis ikan yang kita jual kita mulai lah mencari pasar kita, kita akan menjual ikan ini untuk kalangan siapa, anak, remaja atau dewasa. Jika kita ingin menjual untuk kalangan anak anak kita bisa memilih jenis cupang aduan atau cupang hias yang harganya tidak mahal yang bisa terjangkau untuk kantong anak-anak, apalagi kita tahu sendiri anak-anak kalau beli ikan kalau ada maunya saja, setelah udah gak mau ikan tersebut dibiarkan dan gak keurus. 

Setelah kita menentukan pasar kita, waktunya kita menentukan lokasi penjualannya. Dijaman teknologi sekarang ini, para pelaku usaha bisnis sudah tidak perlu capek capek keliling komplek cukup dengan smartphone kita lalu posting ke sosial media. Kita bisa memilih sosial media kita sebagai target penjualan kita, kita bisa gabung ke grup penjualan yang ada di facebook dan Instagram. Atau kita bisa jual ke online shop seperti bukalapak, Tokopedia dan toko online lainnya. 

Disaat melakukan bisnis kita tak perlu bersedih kok bisnis kita sepi, kita cukup terus berdoa dan promosi. Ingat kita masih ada Tuhan yang bisa bantu kita mencarikan pembeli untuk beli ke lapak kita. 

Ok, mungkin itu saja di postingan kali ini, semoga apa yang saya tulis bermanfaat buat teman-teman semua. 


Salam 

Penulis 



No comments:

Post a Comment